Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menugaskan tiga dosen sebagai pemateri di acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru jenjang SMA dan SMK pada tiga kabupaten di Aceh. Acara pelatihan ini berlangsung pada tanggal 6-11 Agustus 2018. Acara pelatihan 6 hari ini diadakan di Gedung eks Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) wilayah VII Meulaboh.
Tiga dosen FKIP ini memberikan materi berbeda. Ada yang memberikan materi pelatihan Bahasa Inggris dan ada pula yang memberikan materi pelatihan Bahasa Indonesia. Ketiga dosen terpilih itu adalah Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, Drs. Denni Iskandar, M.Pd, dan Subhayni, S.Pd, M.Pd.

Acara pelatihan dibuka oleh Hajidam, Kepala UPTD eks PPMG Wilayah VII, Dinas Pendidikan Aceh di Meulaboh. Dalam sambutan ia menyampaikan bahwa peserta yang hadir pada acara pelatihan ini berasal dari tiga kabupaten, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya, dan telah melewati proses seleksi ketat di daerahnya.

“Peserta yang hadir pada acara pelatihan ini adalah mereka yang telah dipilih melalui proses seleksi yang ketat di daerahnya masing-masing. Ada yang berasal dari Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya. Masing-masing daerah mengirim 10 utusannya untuk berbagai bidang ilmu seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PAI, dan Olahraga. Setelah pelatihan, peserta ini dapat membagi kepada teman-temannya di daerah masing-masing”, ujar Hajidam.

Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, pemateri di bidang Bahasa Inggris, mendapatkan tugas untuk memberi materi tentang isu global di dalam dunia pendidikan yang berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Inggris. Selama proses pelatihan, ia membahas tentang inovasi pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0, dan berbagai strategi pembelajaran aktif yang dapat diimplementasikan di dalam kelas.
“Saya diberikan tugas oleh pihak panitia pelaksana untuk membahas berbagai issue global dibidang pembelajaran Bahasa Inggris, termasuk hubungan innovasi pembelajaran dengan perkembangan dunia industry atau yang kita kenal dengan nama Revolusi Industri 4.0.”, ujar Dr. Iskandar.
Lebih lanjut, Isk menjelaskan bahwa issue perkembangan pendidikan di era cyber ini sangat menarik untuk diikuti karena dengan mengikuti perkembangannya, maka para guru akan terus melakukan bersemangat untuk melakukan improvisasi dalam menjalankan proses pembelajaran di dalam kelas. Sehingga, para siswa mendapatkan pembekalan yang baik dalam meningkatkan kualitas di bidang sikap, kompeten, dan keterampilan.
Selama pelatihan ini, Dr. Iskandar melakukan berbagai demonstrasi model pembelajaran seperti model pembelajaran Discovery dan Blended Learning. Kedua model pembelajaran ini diambil sebagai sampel dari pembelajaran aktif yang dapat dilakukan di dalam kelas mengikuti perkembagan era cyber ini.
“Kami melakukan berbagai demonstrasi model pembelajaran di dalam kelas. Model pembelajaran yang kami praktekkan ini semuanya membuat siswa aktif dan sesuai dengan model pembelajaran di abad 21 ini. Dua model pembelajaran yang kami pilih adalah model pembelajaran Discovery Learning dan Blended Learning. Kedua inovasi pembelajaran, dipercaya oleh para peserta dapat membantu siswa untuk tampil aktif dan kritis”, ujar Senator Muda FKIP ini.
Ketiga dosen yang dikirim oleh FKIP mendapatkan apresiasi dari para peserta dan panitia. Hal ini dapat dilihat dari ketertiban para guru berpartisipasi mengikuti semua materi selama pelatihan, ada yang minta foto bersama, bahkan ada guru yang baca puisi kepada pemateri di akhir sesi pelatihan ini. [Bill]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *