Mengenal Risalah Nabi Muhammad S.A.W

0
1052

Dharma Wanita FKIP Unsyiah melaksanakan Pertemuan Bulanan Bulan Januari 2017 Selasa, 10 Januari 2017 di Ruang Teleconference, Lantai 2, Gedung Baru FKIP Unsyiah yang dihadiri oleh wakil ketua dan anggota Dharma Wanita yang terdiri dari para dosen dan pegawai wanita, istri-istri pegawai dan istri-istri dosen. Tema bulan ini “Mengenal Risalah Nabi Muhammad S.A.W” oleh ustadzah Fauziah dibawah arahan prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Nabi Muhammad, S.A.W dilahirkan ke muka bumi sangat luar biasa, dengan pembaharuan yang luar biasa dan kesempurnaan Agama. “Innadina Indallahil Islam” Sesungguhnya Agama di sisi Allah hanyalah Islam. Hari ini orang kafir Yahudi dan Nasrani mengakui bahwa manusia yang terbaik yang pernah diciptakan oleh Allah S.W.T adalah Nabi Muhammad S.A.W.

Kita harus bersyukur bahwa kita dilahirkan sebagai ummat Nabi Muhammad S.A.W. dan dalam Islam yang sempurna. Al-Quran dan Hadits warisan peninggalan Rasulullah SAW yang paling berharga sebagai pedoman umat manusia ke jalan yang benar sampai akhir zaman.

Hadist shahih mengatakan zaman di bagi 5, yaitu

  1. Zaman Jahiliyah, zaman dimana berganti diutus Nabi dan Rasul, sehingga lahir 124.000 orang nabi, 313 orang Rasul, 25 orang yang wajib kita ketahui,Ulul Azmi 5 orang dan yang mulia 1 orang yaitu Nabi Muhammad S.A.W.
  2. Zaman Khalifah, yang dimulai dengan khullafaur Rasyidin hingga berakhir masa kekhalifahan
  3. Zaman Khilafah, zaman yang dimulai dengan kerajaan terpisah
  4. Zaman yang kita rasakan saat ini adalah Zaman keempat yaitu zaman penistaan Islam, yaitu zaman lahir Ya’juj & Ma’juj dan diturunkan Nabi yang masih hidup 2 orang di langit yaitu (Nabi Idris A.S dan Nabi Isa A.S) dan yang di bumi (Nabi Ilyas dan Nabi Khaidir) serta munculnya Dajjal dan lahirnya Imam Mahdi.
  5. Zaman Kejayaan Islam, setelah zaman ini makan berakhirlah dunia ini.

Beribadahlah dengan cara yang Allah, S.W.T tentukan bukan dengan cara kita, Utamakanlah mengerjakan Ibadah dari pada urusan keduniaan. Karena dunia ini hanya sementara, Akhirat adalah kekal. Perbanyaklah zikir, zikir itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja (kecuali waktu yang dilarang berzikir yaitu ketika buang air dan jima’, waktu khutbah Jum’at dan 2 hari raya, ketika mabuk atau mengantuk). Kita bisa berzikir sambil mengerjakan pekerjaan di rumah tidak perlu harus ke majelis taklim. Perbanyaklah membaca, memahami dan menghafal Al-Qur’an dan perbanyaklah shalat sunnah.

Kita tidak akan tahu bagaimana, dimana dan kapan kita akan meninggal. Tidak ada juga tanda-tanda akan datangnya kematian yang pasti kematian akan dialami oleh semua orang, karena kematian adalah pintu menuju ke Akhirat. Kerjakalah semua Amalan dengan ikhlas karena hati adalah sumber ibadah.

Kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dapat ditunjukkan dengan melaksanakan semua ajarannya dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita menjadi umat yang kelak mendapatkan syafaatnya di akhirat nanti. Amin.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY