FKIP Unsyiah Memberlakukan Absensi Finger Print Dosen Setiap Jam Mengajar

0
53

Dosen Sidik Jari Mesin Finger Print

Untuk meningkatkan kualitas lulusan, efisiensi perkuliahan, kedisiplinan dosen, dan keteraturan administrasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala membuat trobosan baru. FKIP Unsyiah memberlakukan absensi finger print untuk dosen. Setiap dosen harus melakukan absensi melalui mesin finger print (sidik jari) saat masuk jam mengajar. Absensi finger print ini mulai diberlakukan sejak 2 Februari 2015, yang bertepatan dengan hari pertama perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015. Dalam hal ini, FKIP Unsyiah menjadi fakultas pertama di Unsyiah yang menerapkan absensi finger print untuk dosen setiap masuk jam perkuliahan.

Lebih lanjut Pembantu Dekan Bidang Akademik FKIP Unsyiah, Dr. M. Hasan, M.Si., menegaskan tujuan diberlakukannya absensi finger print, “Untuk lebih efisien dalam hal belajar mengajar, dengan absen finger print ini akan lebih meningkatkan kedisiplinkan dosen karena pada absen finger sudah ada jadwal yang telah ditetapkan. Dengan absen finger print data yang dihasilkan lebih akurat sehingga lebih memudahkan para dosen untuk mengambil data untuk keperluan dosen sendiri seperti untuk pengurusan pangkat dan nantinya diharapkan dengan data yang ada agar bisa mempercepat untuk proses pembayaran. Pada sistem finger print ini sangat efisien bila dibandingkan dengan sistem yang dulu diterapkan. karena pada sistem ini tidak memerlukan banyak petugas.”

Absensi finger print dosen ini dikelola dengan menggunakan Sistem Informasi yang diberi nama Simkuliah (Sistem Informasi Perkuliahan). Sistem informasi ini dibangun oleh Tim Pusat Layanan Informasi (PLI) FKIP Unsyiah. Sebelumnya sistem informasi ini bernama Siperuku (Sistem Informasi Penjadwalan Ruang Kuliah) yang telah digunakan selama dua semester. Sebelumnya Siperuku berfungsi untuk melakukan penjadwalan ruangan kuliah, sehingga semua ruangan kuliah dalam gedung milik FKIP Unsyiah terdata penjadwalan penggunaannya. Selain itu Siperuku juga menghasilkan rekapitulasi jumlah jam kehadiran mengajar dosen yang dapat digunakan untuk pembayaran keuangan, serta mendeteksi benturan jadwal mengajar dosen. Siperuku masih memiliki kekurangan, yaitu kehadiran dosen harus di-entri manual setiap hari oleh petugas lokasi.

Akhirnya Siperuku dikoneksikan dengan mesin finger print untuk menggantikan petugas harian yang melakukan input kehadiran dosen. Versi terbaru dari Siperuku yang telah dikoneksikan dengan mesin finger print diberi nama Simkuliah. Selain itu, Simkuliah akan mengirim respon berupa SMS. Setiap kali dosen melakukan sidik jari, Simkuliah akan mendeteksi penjadwalan berupa : Matakuliah, lokasi, ruang, dan jam mengajar. Jika Dosen melakukan absensi dalam batas waktu toleransi, maka Simkuliah akan mengirim SMS ke dosen tentang berhasil Absensi. Jika dosen melakukan absensi di luar waktu atau tidak ada jadwal, maka akan dikirim SMS berupa berita diluar jadwal. Simkuliah memiliki fitur-fitur terbaru yang berfungsi untuk pelayanan dosen, misalnya: Mengeluarkan Data EWMP, Rekap Mengajar per Program Studi, Daftar Kehadiran Dosen, dll.

  Layar-SimKuliah  Simkuliah-1  Simkuliah-2  Simkuliah-3

Mesin sidik jari dosen di lingkungan FKIP Unsyiah untuk sementara ini ada lima unit. Tiga unit ditempatkan di Gedung Baru FKIP Unsyiah, yaitu lantai 1, lantai 2 dan lantai 3. Dan Masing-masih satu unit ditempatkan di Prodi Sendratasik dan di Prodi PGSD.

Tatacara pelaksanaan absen sidik jari hampir sama dengan absen dosen manual seperti yang sudah diberlakukan selama dua semester yang lalu (Genap 2013-2014 dan semester Ganjil 2014-2015). Pada sistem Siperuku yang lalu, setiap Dosen yang mengajar, harus menandatangani daftar hadir dan mengisi Materi Kuliah pada formulir yang disediakan. Daftar Hadir dosen ini dijaga oleh petugas yang telah diatur jadwalnya. Kemudian petugas ini harus menginput atau mengisi setiap kehadiran dosen ke sistem Siperuku.

Pada semester ini tanda tangan dosen diganti dengan sidik Jari masing-masing dosen yang akan dilakukan di mesin sidik jari. Jadi setiap dosen melakukan sidik jari secara otomatis akan tercatat di sistem Simkuliah. Jadwal untuk melakukan sidik jari disesuaikan dengan jadwal kuliah pada semester Genap 2014/2015 yang telah disusun oleh tim dosen. Dosen hanya perlu melakukan sidik jari pada waktu masuk kuliah. Toleransi jam kehadiran dosen masuk kuliah adalah 35 menit untuk setiap jadwal kuliah. Dosen boleh melakukan finger print dalam kisaran waktu 5 menit sebelum jam kuliah dimulai sampai dengan 30 menit setiap jam kuliah. Jika dosen melakukan finger print di luar jam toleransi maka dosen dianggap tidak hadir meskipun mesin finger print mengucapkan terima kasih. (Lihat Rincian Rentang Waktu Kuliah dan Absensi)

Ketika dosen melakukan finger print, jika masuk sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, maka dosen akan menerima sms dari Simkuliah.

Contoh berita SMS Jika ada jadwal :

Aslm. Yth Dr. Abc, M.pd., Anda berhasil melakukan absensi perkuliahan tgl 06-Feb-2015, Jam 1-2-3, ProLin (01-A), di FKIP Baru lt-II, R.CR.02.06. Kuliah: 08:00:00-10:39:59. Tks. Absensi: 06-Feb-2015, 07:58::02. (ID.24976).

Dan seandainya dosen melakukan sidik jari diluar jam yang telah ditentukan atau di luar waktu toleransi maka smsnya akan seperti ini:

Aslm. Yth. Dr. Abc, M.pd., Untuk waktu (06-Feb-2015, 14:51:44) Anda tidak ada jadwal mengajar, atau melakukan sidik jari di luar waktu absensi, atau Anda sudah melakukan absensi sebelumnya. Tks.

Satu hal yang paling penting, sebelum melakukan kegiatan perkuliahan para dosen diwajibkan untuk memberi silabus dalam bentuk soft copy (excel file) ke petugas Prodi masing-masing. Setiap petugas Prodi akan mengupload data excel sesuai dengan petunjuk dari Pusat Layanan Inforamsi FKIP Unsyiah.

Apreasi yang tinggi patut diberikan kepada dosen FKIP Unsyiah atas kerjasama yang baik sehingga sistem ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY